EFISIENSI KERJA

Oleh : Taryana

Secara umum efisiensi dapat dipahami dengan mendasarkan pada konsep bagaimana mendapatkan hasil atau output yang maksimal dengan memberdayakan sumber-sumber daya yang dimiliki. ”Efficient is doing the things right”, melakukan segala hal dengan cara yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal (Adiwarman A. Karim 2006).

Jeff Madura, 2007. Perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan efisiensi produksi (production efficiency), yaitu diindikasikan dengan biaya yang lebih rendah untuk jumlah output dan tingkat mutu tertentu. Semua yang terlibat dalam sebuah organisasi tersebut dari level top sampai dengan bottom harus mencari cara bagaimana mengelola semua sumber daya yang ada untuk dikelola secara maksimal sehingga dapat meningkatkan efisiensi. Sebuah organisasi perusahaan harus menyadari sangat perlunya melakukan peningkatan efisiensi atau karena pesaing lain bisa jadi lebih efisien dalam beberapa hal dan akhirnya mampu menguasai market share. Sadono Sukirno (2008), di dalam proses produksi, efisiensi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

a) Efisiensi produktif, adalah menilai efisiensi di dalam tahapan produksi. Penilaian efisiensi produktif dapat dilihat dari sisi biaya. Untuk mencapai efisiensi produktif ini harus dipenuhi dua syarat. Pertama, untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Kedua, perusahaan atau industri secara keseluruhan harus memproduksikan barang pada biaya rata-rata yang paling rendah.

b) Sedangkan efisiensi alokatif, menilai efisiensi secara teknis di dalam proses produksi, yakni dari segi pengalokasiaan sumber-sumber daya yang tersedia. Efisiensi alokatif akan tercapai ketika alokasi sumber-sumber daya tersebut ke berbagai kegiatan ekonomi/produksi telah mencapai tingkat yang maksimum/optimum.

Cara-cara peningkatan efisiensi dapat dilakukan melalui berbagai cara, namun sebaiknya diketahui terlebih dahulu apa-apa yang menyebabkan ketidak efisienan tersebut, sehingga tindakan yang akan dilakukan tepat sasaran. Bisa jadi tidak perlu dengan teknologi sudah bisa untuk mengatasi ketidakefisienan dan justru kontradiktif sehingga cost yang bertambah tidak sebanding dengan outputnya.