5 Inisiatif Perbaikan Yang Akan Didukung Manajemen

Oleh : Lukman Aprianto

Jika selama ini Anda sulit mendapatkan buy in atau dukungan dari pihak manajemen untuk melakukan upaya perbaikan, mungkin, salah satunya karena ide perbaikan tersebut belum begitu menjadi concern utama bagi para CEO/manajemen.

Banyak orang berpikir bahwa CEO adalah puncak dari tangga organisasi. CEO adalah mereka yang bertanggung jawab terhadap apapun keputusan yang diambil demi menjalankan roda organisasi. Tapi, ternyata, CEO juga sama seperti level manajemen lainnya. Mereka memiliki kelompok manajemen untuk melaporkan apa saja yang telah mereka lakukan. Kelompok manajemen ini bisa dari kalangan direksi ataupun kelompok investor atau pemegang saham.

Jadi, apa sebenarnya yang menjadi kepedulian paling besar bagi CEO?

Seorang CEO dinilai dari kemampuan mereka meningkatkan value bagi para pemegang saham. Jadi, pada akhirnya apapun yang dilakukan dalam organisasi harus berdampak pada nilai pemegang saham. Itulah yang menjadi concern terbesar para CEO.

Lalu, apa peran continuous improvement untuk membantu CEO meningkatkan nilai bagi para pemegang saham?

Di dalam organisasi, aktivitas continuous improvement dapat difokuskan pada perbaikan produk (barang atau jasa) dan juga proses yang dilakukan untuk menghasilkan produk tersebut. Kedua aktivitas ini dapat ditingkatkan dengan melakukan upaya perbaikan terus-menerus.

Berikut 5 ide perbaikan terus-menerus yang akan membantu Anda memperoleh Buy-In (dukungan) dari CEO/ manajemen:

1. Perbaikan Kualitas

Kualitas produk yang buruk memiliki efek negatif langsung terhadap nilai pemegang saham. Pelanggan akan kecewa, sehingga berdampak pada pertumbuhan pendapatan perusahaan. Begitupun dengan proses. Meskipun produk yang dihasilkan sudah memenuhi kualitas yang diinginkan, ternyata pada proses pembuatannya ditemukan ada aktivitas yang dinilai tidak efisien sehingga memakan waktu pengerjaan yang lebih lama. Tentu saja, hal ini akan berdampak pada jasa/service yang Anda berikan kepada pelanggan. Untuk itu, Anda bisa menggunakan metrik kualitas, dimana Anda dapat menggunakan data dari jumlah klaim garansi yang dibuat, atau produk ‘cacat’ di lapangan. Metrik kualitas juga bisa menjadi kualitas layanan yang disampaikan.

2. Perbaikan Employee Turnover

Karyawan yang menghasilkan produk berkualitas rendah, mungkin saja melakukannya karena proses yang ‘rusak’ di dalam perusahaan, sehingga mereka lebih cenderung untuk keluar dari perusahaan atau bahkan diminta untuk meninggalkan perusahaan karena dianggap memiliki moral yang rendah. Metrik employee turnover ini bertujuan untuk bagaimana upaya perbaikan terus-menerus dapat dilakukan oleh seluruh karyawan. Bahkan inisiatif perbaikannya bisa dimulai dari karyawan. Memberdayakan karyawan untuk menerapkan perubahan postif di tempat kerja akan membuat mereka bersemangat dan yakin bahwa mereka didukung oleh manajemen untuk melakukan perubahan proses yang lebih baik.

3. Perbaikan Penjualan dan Pendapatan

Hal ini cukup jelas bagaimana perbaikan terus-menerus dapat berdampak pada metrik ini. Jika Anda meningkatkan produk dan proses, maka secara otomatis Anda juga bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan. Berikut 3 alasan mengapa perusahaan berjuang pada penjualan dan pendapatan:

  • Perusahaan kehilangan pelanggan karena adanya kompetitor
  • Tidak ada pelanggan baru
  • Reputasi yang buruk di pasar terkait kualitas

CEO akan sangat tertarik untuk mendukung kegiatan perbaikan terus-menerus untuk mengarahkan upaya terkonsentrasi untuk mengembalikan tren pendapatan dan penjualan perusahaan, baik itu melibatkan karyawan untuk menemukan cara-cara baru dalam mengalahkan kompetitor, menarik pelanggan baru, ataupun meningkatkan kualitas produk. Dengan membantu para CEO melakukan upaya untuk meningkatkan keuangan perusahaan, para CEO juga akan meningkatkan dukungan mereka untuk upaya perbaikan Anda.

4. Perbaikan Ide dan Inovasi

Kemampuan CEO juga dinilai dari kemampuannya menciptakan inovasi di dalam organisasinya. Inovasi yang berhasil menciptakan tren atau pasar baru di lingkungan kompetisi.  Dengan melibatkan peran dari seluruh karyawan di dalam organisasi dalam aktivitas perbaikan terus-menerus akan meningkatkan kemungkinan munculnya ide-ide inovatif, dan tentu saja CEO Anda akan menyukainya.

5. Perbaikan Loyalitas Pelanggan

Banyak CEO saat ini lebih berfokus pada loyalitas pelanggan. Kemudahan mendapatkan berbagai macam informasi di era internet ini membuat pelanggan memiliki banyak pilihan terhadap produk atau merek tertentu. Sehingga CEO akan tertarik pada upaya perbaikan terus-menerus yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan mampu mengalahkan kompetitor di pasar.***

Lima inisiatif perbaikan di atas hanya sebagian dari banyaknya inisiatif yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing perusahaan di pasar. Dengan berfokus pada perbaikan terus-menerus (continuous improvement) banyak hal yang bisa terus Anda tingkatkan, terutama dalam aktivitas proses dan peningkatan kualitas produk. Dan jangan ragu untuk meminta komitmen dari pihak manajemen untuk mulai melakukan perubahan di dalam organisasi.***